Deteksi Cacat Software

Software saat ini telah berkembang dengan pesat, hampir semua lini kehidupan saat ini menggunakan software, mulai dari dunia industri hingga rumah tangga. Software adalah sebuah instruksi atau program komputer yang ketika dijalankan menghasilkan fitur, fungsi, dan performa seperti yang diharapkan, selain itu juga terdiri dari struktur data agar sebuah program dapat menghasilkan informasi yang mencukupi, dan harus terdiri dari informasi baik dalam bentuk softcopy atau hardcopy yang menjelaskan operasi dan penggunaan dari program. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa software merupakan satu kesatuan dari program, data, dan dokumentasi.

Kualitas software mulai diperhatikan akhir akhir ini seiring dengan semakin kompleksnya software dan tingginya ekspektasi dari pelanggan. Kualitas software seakan akan sudah menjadi bagian yang penting dalam pengembangan software. Software yang berkualitas merupakan software yang dapat memenuhi kebutuhan atau software yang dapat memenuhi keinginan atau ekspektasi dari pelanggan. Bahkan saat ini sudah adas standar internasional untuk mengevaluasi kualitas software yaitu ISO 25000.

Untuk menghasilkan software yang berkualitas, tahap pengujian memegang peran yang cukup penting. Tahap pengujian merupakan salah satu tahapan dari software development life cycle. Tahap pengujian diperlukan untuk menghasilkan software yang benar-benar sesuai dengan keinginan atau ekspektasi dari pelanggan. Hasil dalam tahap pengujian, software akan dikelompokkan menjadi dua kategori, yaitu software yang cacat dan software yang tidak cacat.

Software yang cacat adalah software yang error, gagal, atau salah, dimana software akan menghasilkan sesuatu yang tidak sesuai dengan keinginan. Biaya untuk menemukan dan memperbaiki cacat dalam software mencapai 80% dari total biaya pengembangan software. Memperbaiki software yang cacat saat setelah dirilis memakan biaya 100 kali lebih banyak dibanding saat pengembangan, sehingga penting untuk menemukan cacat software pada waktu pengembangan agar perbaikan cacat software dapat dilakukan sebelum dirilis.

Saat ini metode pengujian software yang biasa dilakukan hanya dapat menemukan 60% dari total cacat. Dengan semakin berkembangnya ilmu di bagian machine learning, telah banyak dikenal metode klasifikasi untuk membantu pada fase pengujian, sehingga software yang di test dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu cacat dan tidak cacat. Metode untuk mengklasifikasikan software menjadi cacat dan tidak cacat tersebut dikenal dengan deteksi cacat software. Deteksi cacat software ini merupakan salah satu contoh implementasi dari data mining.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *